Friday, December 21, 2012

Progress in Game Industry

    Game Industri beberapa tahun ini makin gencarnya membuat inovasi-inovasi baru pada game mereka. Bagaimana XBOX360 memulai sistem Achievement pada game-gamenya untuk menghargai kerja keras para usernya yang akhirnya diikuti oleh sony pada PS3nya, bagaimana Angry Birds berhasil didownload sampai 1 milyar kali lebih karena natural flow yang ada pada game tersebut, dan masih banyak contoh lainnya.
    Konon katanya asal usul video game ada pada awal sebuah tabung sinar katoda yang berbasis pertahanan peluru kendali sistem di akhir 1940-an. Program-program ini kemudian diadaptasi ke dalam permainan sederhana lainnya di era tahun 1950-an. Secara bertahap, game-game ini menjadi bertambah kompleks dan canggih. Video game ini pun pada akhirnya berpencar ke berbagai platform: Arcade, Mainframe, Console, PC, dan akhirnya Handheld.

Magnavox Odyssey
Konsol Game pertama di Dunia

    Dulu saat game pertama kali dibuat, mindset para penciptanya mungkin adalah membuat sebuah alat khusus untuk memainkan sebuah game. Pemikiran tersebut mulai berubah seiring berkembangnya Industri Game di dunia. Mulai bermunculan Konsol game yang bisa di ganti Cartridge/ Gamenya. Dimulai oleh Fairchild yang menciptakan VES (Video Entertainment System) dan diikuti oleh produsen-produsen lainnya.

Fairchild Channel F
the first Cartridge-based Video Games


    Pada tahun 1983, dunia video game mulai ambruk dikarenakan game-game yang kurang kreatif dan juga saat itu PC menjadi semakin canggih. Orang lebih memilih membeli PC ketimbang Konsol video game karena, selain untuk bermain game PC juga produktif untuk bekerja (ya, saat itu game sudah diimplementasikan ke dalam PC). Hal ini bahkan masih berlanjut hingga saat ini.
    Hanya tinggal menunggu waktu sampai game diimplementasikan secara utuh ke dalam Virtual Reality

Saturday, November 10, 2012

LCD TV vs LED TV

    Lagi, teknologi yang sama tapi berbeda. Dimana persamaan dan perbedaannya? Mari kita bahas. LCD, atau Liquid Crystal Display merupakan salah satu jenis display elektronik yang ada saat ini. LCD menggunakan properties light modulation dari liquid crystal. Saya nemu nih PDF, penjelasannya tentang LCD menurut saya lumayan bagus. Jadi, layar LCD punya 6 lapisan didalamnya. Karena bahasanya kebanyakan memang serapan, saya ambil dari wiki saja :p

  1. Polarizing filter film with a vertical axis to polarize light as it enters.
  2. Glass substrate with ITO electrodes. The shapes of these electrodes will determine the shapes that will appear when the LCD is turned ON. Vertical ridges etched on the surface are smooth.
  3. Twisted nematic liquid crystal.
  4. Glass substrate with common electrode film (ITO) with horizontal ridges to line up with the horizontal filter.
  5. Polarizing filter film with a horizontal axis to block/pass light.
  6. Reflective surface to send light back to viewer. (In a backlit LCD, this layer is replaced with a light source.)   

    Sekarang kita bahas yang LED. Nama sebenarnya dari LED TV adalah "LED-backlit LCD display", jadi bisa dibilang teknologi LED TV ini adalah upgrade dari LCD TV. LED itu sendiri kepanjangan dari Light-Emitting Diode. Orang elektronika pasti pada tau nih barangnya yang mana. Tapi, LED yang dipakai disini berbeda dengan LED yang biasa kita lihat. Yang dipakai disini jauh lebih kecil.

LED

    Jadi, perbedaan mendasar antara LCD TV dan LED TV adalah, LED TV menggunakan light-emitting diode (LED) backlighting sedangkan LCD menggunakan cold cathode fluorescent (CCFL) backlighting. Perbedaan antara 2 backlit ini ternyata menghasilkan perbedaan yang lumayan jauh, antara power yang dibutuhkan, kualitas display, dan tentunya harga beli. yuk nonton youtube lagi :)


Virtual Reality vs Augmented Reality

    Teknologi yang sama, tapi berbeda. Mereka sama-sama berkutat di "Reality", Kenyataan. Perbedaannya adalah, yang satu membawa hal-hal maya ke dalam dunia nyata dan menjadikannya bagian dari dunia nyata tersebut, atau disebut Augmented Reality (Kenyataan yang ditambahkan). Sedangkan yang satu lagi adalah kebalikannya, yaitu  membawa hal-hal nyata ke dalam dunia maya (biasanya dengan membawa diri kita ke dalam lingkungan maya/ virtual), atau disebut Virtual Reality. Hal-hal begini nih, kalo ga dikasih contoh bakal bingungin jadi silahkan nonton youtube :)

Augmented Reality menambahkan objek maya ke dalam dunia nyata (gambar dan tulisan pada HP)


Orang tersebut membawa dirinya (nyata) ke dalam lingkungan game (virtual)

    Jadi, seperti contoh-contoh diatas kita bisa lihat perbedaannya. Untuk Virtual Reality, contohnya bisa dibilang masih belum advanced (mau liat yang advanced, silahkan nonton SAO :p). Bila dilihat dari sini, mungkin AR lebih berkembang daripada VR...untuk sekarang.

Friday, October 26, 2012

Web Hosting

   Web Hosting merupakan suatu jasa yang diberikan untuk penyewaan tempat di Web. Jasa ini diberikan oleh perusahaan yang spesialis di bidang Web Hosting (silahkan cek mbah
gugel kalo mau liat lebih jelasnya :) ). Penyewaan tempat ini biasa diukur dalam hitungan kapasitas data (MB,GB,TB), jadi data yang diletakkan di tempat ini bisa diakses oleh orang-orang dari mana saja (biasanya dalam bentuk web page).
   Dalam Web Hosting ini, kita memerlukan sebuah server. Server disini bisa kita dapatkan dengan memiliki sebuah komputer biasa, lalu menginstal program-program dasar sebuah server didalamnya (contohnya saja Windows Server edition). Salah satu masalah dalam pengadaan server disini adalah, komputer yang dijadikan server harus siap nyala 24 jam tiap harinya dalam waktu lama (intinya, komputer ini akan nyala lebih lama dari komputer biasanya). Karena itu, perusahaan Web Hosting menyediakan jasa server.
   Layanan hosting di bagi menjadi beberapa jenis, yaitu...
  1. Shared Hosting, dari namanya saja harusnya bisa ditebak. Hosting ini maksudnya menggunakan server hosting bersama-sama dengan pengguna lain (dalam hal server), tapi masih beda domain. Jadi dalam 1 server ini, akan memiliki beberapa account yang berbeda nama dan usernamenya.
  2. VPS/ Virtual Private Server, merupakan proses virtualisasi dari environment suatu OS yang digunakan oleh server. Hal ini memungkinkan kita untuk menginstal OS yang dapat berjalan dalam OS lainnya (secara virtual).
  3. Dedicated Server, adalah penggunaan server yang dikhususkan untuk aplikasi yang lebih besar dan tidak bisa dioperasikan dalam shared hosting atau VPS. Dalam hal ini, penyediaan server ditanggung oleh perusahaan hosting yang biasanya bekerja sama dengan vendor.
  4. Colocation Server, adalah layanan penyewaan tempat untuk meletakkan server yang dipergunakan untuk hosting. Server disediakan oleh pelanggan yang biasanya bekerja sama dengan vendor.

Friday, October 19, 2012

The Eight Golden Rules

Wah, pertama dengar kata-kata ini kalian yang belum tau pasti bingung ini 8 aturan emas apaan. Yang udah tau sih, paling duduk manis lanjut baca aja atau malah pergi ke page lain. Title di atas itu sebenarnya belum lengkap. Yang lengkap adalah "Eight Golden Rules of Interface Design", yaitu 8 aturan-aturan yang dipatenkan oleh Ben Shneiderman menurut penelitian dan pengalamannya. Aturan-aturan ini, sesuai namanya memberikan pedoman untuk mendesain interface. Berikut 8 aturan emas tersebut adalah...

1. Strife for Consistency
    Konsisten. Kata yang paling saya benci kalau lagi diinterview. Konsisten disini maksudnya adalah tetap. Sebuah ketetapan dalam penggunaan sesuatu. Sebagai contoh dalam interface browser, bila anda menggunakan bahasa Indonesia maka semua fungsi-fungsinya akan di translate ke bahasa Indonesia (sampai kata-kata yang bahkan nggak perlu di translate seperti 'Download' akan di translate juga menjadi 'Unduh' -_-"). Dalam mendesain interface konsistensi sangat diperlukan agar user tidak kebingungan dan lebih terkesan profesional. Contoh yang lebih gampang adalah facebook. Kehalaman mana saja, backgroundnya pasti sama dengan warna khasnya putih biru. Mau home, mau message, mau home orang kek. Gimana jadinya kalau interface facebook kasih warna biru di home, kasih warna hijau di message dan merah di home orang lain? bisa bisa jadi sarang alay kayak gini n' akhirnya mati :p

2. Enable frequent users to use shortcuts
     Berikan kemudahan pada user dengan memberikan shortcut. Shortcut sangat membantu dalam penggunaan komputer. Apa jadinya bila tidak ada shortcut? mau maen game PC harus masuk C, trus Program Files, trus cari nama yang publish game, baru nemu folder game, dan akhirnya didalamnya nemu deh blablabla.exe. Set dah, setengah jalan dah ilang niat maen. Shortcut lain, yang biasa terdapat pada browser adalah CTRL+T untuk membuka tab baru dan CTRL+SHIFT+T untuk membuka tab yang terakhir di tutup dalam sesi itu (penting neeh, dicatet deh kalo perlu xD). nah, enak kan ada shortcut :)

3. Offer informative feedback
     Berikan feedback yang informatif. Maksudnya, berikan informasi balasan untuk aksi-aksi yang akan dilakukan user. Tidak perlu semua, cuma berikan di tempat-tempat penting saja. Misalkan, bila kita sedang membuka banyak tab pada sebuah browser dan kita menekan tombol X yang terdapat pada pojok kanan atas browser, akan muncul sebuah message box yang memperingatkan anda tentang aksi anda ini.

4. Design dialog to yield closure
     Mendesain dialog atau urutan-urutan dalam penggunaan program yang jelas untuk memudahkan user. Jadi user bisa mengikuti urutan dalam dialog tersebut, udah step 1, lanjut ke step 2, dst dst sampai selesai. Gampang dan gak neko neko.

5. Offer simple error handling
     Dari awal sebisa mungkin jangan sampai ada error dalam pembuatan interface, itu udah pasti. Tapi, kadang kan ada aja user yang memang suka berpetualang ampe error dari antah berantah muncul. Nah, disaat seperti ini berikan cara handle error yang sederhana dan mudah dimengerti.

6. Permit easy reversal of actions
     Perbolehkan pengembalikan sesuatu ke kondisi asal. Contohnya pasti deh CTRL+Z, biasa dipakai dalam software word processing seperti MS Word dan OpenOffice. Contoh lain ada pada poin 2, yaitu CTRL+SHIFT+T. Mungkin aja kan nggak sengaja kepencet x di tab bar nya. tinggal pencet shortcut balik deh tabnya :)

7. Support internal locus of control
     Internal locus of control itu, maksudnya perasaan seseorang yang memegang kontrol terhadap sesuatu. Jadi, rancanglah interface yang sedemikian rupa sehingga user tidak merasa hanya mengikuti apa yang disediakan oleh program, tapi memegang kontrol akan program tersebut.

8. Reduce short-term memory load
     Desain interface yang mudah diingat oleh user/ sudah menjadi kebiasaan user. Contohnya bar option seperti File, View, Insert dll pada word processing selalu ada pada bagian atas layar dan dimulai dari kiri ke kanan. Walaupun terkesan mainstream kita tidak perlu aneh-aneh dan menempatkan option bar di samping kanan layar, vertikal lagi ya -_-" itu sih cari masalah namanya :p